Selasa, 26 November 2019

Berbagi Pengalaman Melahirkan Opsi Caesar

Setiap ibu hamil pasti akan deg-degan menyambut kedatangan si kecil. Begitu juga dengan sy. Seiring semakin dekatnya HPL sy semakin senang, cemas dan takut.
Senang, akhirnya bisa bertemu dengan si kecil yg sudah berbulan-bulan didalam perut.
Cemas, karena ga ada pengalaman merawat baby kecil.
Takut akan rasa sakit ketika melahirkan.
Yupz... sy sungguh sangat sangat sangat takut!
Sy bukan tipe wanita yg berteriak histeris saat kaget maupun saat terluka. Tapi itu ga berarti sy ga takut rasa sakit. Apalagi mendengar cerita ibu dan kakak ipar tentang pengalaman melahirkan mereka yg harus digunting dan dijahit. Hanya dipikirkan saja sudah kebayang sakitnya.
Akhirnya sy memilih opsi operasi caesar (sesar) yg lagi ngetrend(?ga tau kenapa banyak banget yg memilih opsi ini?) di kota sy. Banyak yg mengatakan operasi caesar sama sekali ga sakit tapi ada juga yg berkata sebaliknya.
Setelah sy gali informasi dari sana sini, akhirnya sy memutuskan untuk memilih opsi caesar walau sebenarnya bisa melahirkan secara normal. Selain karena keterbatasan cuti hamil, rasa takut akan digunting itu juga yg membuat sy ga bisa memberanikan diri memilih cara melahirkan normal. Karena sy seorang wanita karir yg hanya memiliki cuti hamil 3 bulan, sedangkan setengah cuti hamil sudah digunakan sia-sia karena sy merencakan melahirkan dikota asal sy, yg berarti sy ga diperbolehkan naik pesawat jika usia kehamilan diatas 32 minggu. Maka sy mengambil cuti di minggu ke 31 dan membuang sia-sia cuti hamil satu setengah bulan menanti HPL yg belum tentu akan terjadi.
Setelah konsultan dengan dokter kandungan, akhirnya operasi ditetapkan pada tgl 19 November 2019.
Tibalah hari H yg ditentukan. Subuh jam 4 pagi sy bangun untuk sarapan karena setelah jam 5 sudah ga diperbolehkan makan dan minum. Di RS sy santai-santai saja melakukan pengecekan badan. Sampai mendekati waktu operasi baru sy merasa deg-degan. Pertama sy diminta mengganti baju, kemudian dipasang infus dan kateter. Sakit ga? Klo menurut sy sih pasang infus ga begitu sakit, yg sakit itu saat memasang kateter (selang urine) tapi sebentar aja kok cuma beberapa detik dan pas disuntik ga tau obat apa namanya itu baru bener sakit. Bukan suntiknya yg sakit tapi obatnya yg bikin sakit. Setelah itu sy dibawa masuk ruang operasi...

Dokter memberikan obat bius lewat suntikan ditulang punggung (ga begitu sakit) dan sy dibaringkan. Kaki sy segera merasa kesemutan dan berat. Disamping sy ada perawat yg ngajak ngobrol supaya sy merasa lbh rileks, tapi ternyata gagal. Kenapa?
Karna ketika dokter mulai membedah, sy kerasa. Ya bener KERASA!
Sy merasa ada yg mengiris perut sy walau ga begitu sakit, setelah itu sy merasa ada yg membuka perut sy. Kali ini sy secara reflek berkata "Ah!sakit" dengan tenang. Dokter kaget dan segera menempelkan sesuatu didada sy yg mungkin juga berfungsi sbg bius barulah rasa sakitnya menghilang. Setelah rasa sakit hilang, sy mulai merasa dingin sampai badan sy menggigil karna AC dalam ruangan sangat besar. Belum habis menahan rasa dingin, sy dikagetkan oleh tekanan kuat dari dokter dibagian perut sy (antara perut dan dada) untuk mempermudah mengeluarkan bayi. Sumpah rasanya tulang dadanya mao retak tp y cuma bentar saja.
Sy mendengar suara tangisan bayi yg nyaring. Anak sy lahir dengan berat 2,8 kg dan panjang 50 cm. Setelah dd bayi keluar, dokter mulai menjahit luka. Ini sama sekali ga kerasa apa-apa. Sy lupa sampai jam berapa obat bius bekerja. Yg jelas setelah obat bius hilang, luka jahitan mulai kerasa sakit tapi bagi sy masih bisa ditahan. Apalagi obat yg diberikan setelah operasi terus menerus membuat sy ngantuk dan tertidur pulas.

Malamnya suster menganjurkan untuk berlatih memiringkan badan dan hanya boleh mengkonsumsi makanan jika sudah kentut. Bayi tidak diberikan karena kata suster suhu badan bayi masih belum stabil membuat sy sedikit sedih.
Setelah infus dan kateter dilepas, hal yg menyakitkan adalah pada saat ke WC. Jangankan berdiri dan jalan, untuk bangun saja kerasa banget sakitnya. Sy hanya bisa bangun pelan-pelan, duduk sebentar, berdiri sebentar baru jalan seperti siput ke WC sambil dibantu ama suami. Setiap gerakan kerasa banget sakitnya. Ibu disebelah sy malah sampai nangis karna ga tahan ama sakit. Rasa sakit itu sekitar seminggu sudah mulai mengecil. Mungkin daya tahan setiap orang berbeda, yg jelas seminggu kemudian rasa sakit diluka sudah meringan dan menurut sy sudah merasa lebih baik dan bahkan sy sudah bisa telungkup.
Jadi apakah operasi caesar itu sakit?
Semua tergantung pada diri masing-masing. Opsi apapun yg Anda pilih , sy doakan semoga para bunda dan dd bayi sehat dan lancar.

Selasa, 31 Juli 2018

别丢下我不管 Bie Diu Xia Wo Bu Guan - 风小筝 Feng Xiao Zheng ( Lirik Pingyin dan terjemahan Indonesia )

风小筝 

别丢下我不管


Video Youtube https://youtu.be/mJkN2L6subQ



作词:周宏涛
作曲:周宏涛
编曲:胜屿


爱不听使唤
ai bu ting shi huan
( cinta tidak dapat dikontrol )
做不到滴情不沾
zuo bu dao di qing bu zhan
( tidak bisa tidak menyentuh perasaan )
剪不断
jian bu duan
( tidak dapat diputuskan )
记忆中不停删却死灰复燃
ji yi zhong bu ting shan que si hui fu ran
( hapus dalam ingatan tapi membara kembali )
时光倒转
shi guang dao zhuan
( waktu berputar kembali )
山盟海誓的浪漫
shan meng hai shi de lang man
( janji sumpah mati yang romantis )
甜言蜜语听得我死而无憾
tian yan mi yu ting de wo si er wu han
( rayuan manis membuatku mati pun tiada penyesalan )

不给你添乱
bu gei ni tian luan
( tidak mao menambah bebanmu )
只是想放弃太难
zhi shi xiang fang qi tai nan
( tapi sulit untuk melepaskannya )
我判断
wo pan duan
( menurutku )
你是存心故意要让我难堪
ni shi cun xin gu yi yao rang wo nan kan
( kamu sengaja membuatku terlihat memalukan )
百般刁难
bai ban diao nan
( sengaja dipersulit )
抛弃我不择手段
pao qi wo bu zhe shou duan
( mencampakkanku dengan segala cara )
才知道你不想再和我纠缠
cai zhi dao ni bu xiang zai he wo jiu chan
( baru tau kamu tidak mao berhubungan lagi denganku )

别丢下我不管
bie diu xia wo bu guan
( jangan mencampakkanku begitu saja )
在这漆黑孤单的夜晚
zai zhe qi hei gu dan de ye wan
( dalam gelapnya kesunyian malam )
这段感情似乎已经变成了你的负担
zhe duan gan qing shi hu yi jing bian cheng le ni de fu dan
( cinta ini sepertinya sudah menjadi beban untukmu )
顺其自然
shun qi zi ran
( terserah takdir )
还是要做个了断
hai shi yao zuo ge liao duan
( tetap harus ada penyelesaiannya )
青春短暂
qing chun duan zhan
( hidup ini begitu pendek )
拖累我谁欠谁还
tuo lei wo shei qian shei huan
( menundaku siapa yang berhutang siapa yang akan bayar )

别丢下我不管
bie diu xia wo bu guan
( jangan mencampakkanku begitu saja )
面对爱情不是不勇敢
mian dui ai qing bu shi bu yong gan
( menghadapi cinta bukannya tidak berani )
只是曲终人散
zhi shi qu zhong ren san
( hanya saja musik berhenti dan orangpun mulai bubar )
让这一切来的太突然
rang zhe yi qie lai de tai tu ran
( semua ini datang terlalu mendadak )
一刀两断
yi dao liang duan
( putus terbagi dua )
消失在灯火阑珊
xiao shi zai deng huo lan shan
(hilang dalam remang-remang cahaya lampu )
我向后转只留下遗憾
wo xiang hou zhuan zhi liu xia yi han
( aku membalikkan badan hanya meninggalkan penyesalan )

Senin, 02 Oktober 2017

Pertama Kali Liburan ke Pulau Tidung

Haloo semua...saya mau berbagi nih pengalaman pertama jalan-jalan ke Pulau Tidung.
Walaupun sudah setahun di Tangerang (aslinya dari Kalimantan Barat :p ), tapi saya tidak pernah jalan-jalan menikmati indahnya kepulauan seribu, padahal tidak jauh banget dari Tangerang.
So...pas ada hari libur, kita 7 orang langsung merencankan untuk liburan ke pulau Tidung. Setelah cek sana sini di google, akhirnya kita memutuskan untuk menggunakan jasa travel Pulau Seribu Traveling (http://pulauseributraveling.com/pulau-tidung/). Kita mengambil paket 5 fasilitas untuk 2 hari 1 malam, isi paketnya juga lumayan:

  • Tiket kapal PP
  • Penginapan view Pantai fasilitas AC, TV dan dispenser
  • Makan 2 hari 1 Malam (via kapal fery Makan 3x )
  • sepeda 1 peserta 1 sepeda
  •  Alat snorkling Lengkap, Banana Boat, Sofa Boat. Donat Boat ( Pilih Salah satunya )
  • Guide ( pemandu Lokal )
  • BBQ diakhir malam
Semua fasilitas diatas hanya Rp. 330.000/org, lumayan kan? Penginapannya juga tidak sembarangan lho! Awalnya kita berpikir harga murah begitu pasti penginapannya juga tidak seberapa. Tapi ternyata kita salah. Penginapannya berbentuk homestay 1 kamar 1 ruang tamu dan 2 toilet, juga tersedia kasur dan bantal.
Setelah booking lewat via WA dan membayar DP via transfer, pada hari H kita pagi-pagi sudah berangkat ke pelabuhan Kali adem. Sesampai di pelabuhan kita bertemu dengan orang travelnya dan diantar naik kapal.
Lumayan lama juga perjalanan menuju pulau Tidung, sarannya sih kalau naik kapal fery lebih baik cari tempat yang bisa baring, saolnya perjalannya memakan waktu sekitar 5 jam, bisa bengkok pinggang kalau duduk terus. Apalagi buat yang mabuk kapal bisa lebih menderita lho!

Baru turun dari kapal, kita bertemu dengan Bapak Topan yang menjadi guide kami selama di pulau. Pak Topan mengantar kami ke penginapan yang tidak jauh dari dermaga dan menyiapkan makan siang yang lumayan enak. Setelah selesai makan dan mengganti baju, kita segera meluncur ke pantainya...


Kesan pertama adalah WOW!!!
Airnya benar-benar jernih dan indah. Sayangnya saya tidak bisa berenang jadi hanya bisa megangin baju si doi ngekor dibelakangnya :p
Ada banyak sekali bulu babi disekitar pantai, jadi diharapkan berhati-hati. Kalau tidak ya bisa bakal kayak begini deh!
Tangan temanku tidak sengaja terkena bulu babi. Alhasil tangannya penuh dengan duri-durinya bahkan ada yang sampai tembus lho!Serem banget lihatnya. Kata pak topan tidak ada cara untuk mengeluarkan duri dari bulu babi, karena durinya itu sangat rapuh jadi hanya bisa kita menepuk-nepuk bagian yang tertusuk agar duri tersebut hancur dan diserap oleh badan kita.
Sudah capek snorlking, kita pulang ke penginapan mandi dan langsung otw ke saung sunset bahari. Perjalanan ke saung sunset menggunakan sepeda yang telah disiapkan oleh travel, dengan jalan yang belok sana belok sini akhirnya sampai juga.

Pemandangannya begitu indah dan romantis, cuma sayang tempatnya agak ramai jadi suasana romantisnya berkurang hehehee....
Matahari sudah terbenam, orang-orang juga mulai berbubaran. Kita juga segera pulang kepenginapan menanti makan malam karena perut asli sudah laper berat. Tentu saja tidak hanya makan malam biasa, kita juga dihidangi BBQ yang di sediakan oleh pak Topan. Dari menyalakan arang sampai BBQ siap saji semua dikerjakan pak Topan, kita hanya nunggu tinggal makan saja
Katanya ikan-ikan besar ini semua hasil tangkapan pak Topan sendiri lho! Walaupun dengan bumbu yang sederhana tapi rasanya lumayan enak. Capek seharian dan kemudian...tidur....
Paginya sebenarnya kita berencana berburu sunrice, tapi y karna sudah kecapekan snorlking jadi semua pada tidur kesiangan deh! Setelah menyantap sarapan yang sudah disiapkan, kita pergi jalan-jalan sekitar pantai, yang kalau kemarin kita hanya sibuk snorlking sekarang kita jalan-jalan santai menyebrangi jembatan cinta menuju pulau tidung kecil.

Pulau tidung kecil tidak ada apa-apa sih, tapi momen nyebrangi jembatan cintanya itu yang bikin wow terkesan akan indahnya laut ini. Beruntung sekali kita melihat ada penyu berenang disekitar jembatan(tidak sempat difoto sudah kabur).
Sekitar jam 9 pak Topan menghubungi kita untuk berangkat ke dermaga. Selesai beres-beres dan memastikan tidak ada yang tertinggal, kita pun otw ke dermaga dan pulang...
Kita bertujuh sungguh menikmati liburan kali ini walaupun waktunya singkat. Terimakasih sekali untuk bapak Topan yang ramah dan baik
See u next time Tidung...